Narasi

 Pemuda Dan Karang Taruna "Tantangan dan Peluang"


Karang Taruna adalah salah satu organisasi Pemuda yang yang sering kita dengar dan jumpai disekitar kita karena karang taruna identik dengan organisasi lokal, yang mewadahi pemuda dalam lingkup Desa, Sejarah mencatat Karang Taruna berdiri pada 26 September 1960, di Kampung Melayu Jakarta, melalui proses Experimental Project Karang Taruna, kerjasama masyarakat Kampung Melayu/ Yayasan Perawatan Anak Yatim (YPAY) dengan Jawatan Pekerjaan Sosial/Departemen Sosial. Pembentukan Karang Taruna dilatar belakangi oleh banyaknya anak-anak yang menyandang masalah sosial antara lain seperti anak yatim, putus sekolah, mencari nafkah membantu orang tua dsb. Masalah tersebut tidak terlepas dari kemiskinan yang dialami sebagian masyarakat kala itu dan Karang Taruna lahir sebagai respon atas mulai kompleksnya persoalan sosial khususnya di kalangan generasi muda.

Selanjutnya, Pada saat itu, pemanfaatan waktu luang yang kontra produktif menjadi akar penyebab bagi masalah sosial seperti kenakalan remaja. Maka, dibentuklah Karang Taruna sebagai wadah bagi generasi muda menyalurkan energi dan kreativitasnya secara positif.

Peralihan dari satu fase ke fase lain pasti melalui apa yang disebut dengan krisis, dan Karang Taruna sudah membuktikan kemampuannya melewati berbagai krisis tersebut. Bahkan sekarang di fase pencerahanpun, sangat mungkin terjadi sub-sub fase hingga mencapai kondisi ideal yang dicita-citakan, 

Sebagai organisasi pemuda, Karang Taruna tidak hanya berperan untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi generasi muda tetapi juga untuk mencegah dan menangani berbagai masalah sosial. Peran tersebut dinyatakan jelas dalam Permensos No. 25 tahun 2019 tentang Karang Taruna.


Salah satu tujuan yang ingin dicapai Karang Taruna adalah meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi. Sebelum melakukan hal itu, tentu Karang Taruna harus memperkuat dirinya sendiri terlebih dahulu. Dengan kondisi Indonesia yang memiliki keragaman budaya luar biasa, tentu ada perbedaan warna-warni Karang Taruna.


Hal ini bisa dipandang sebagai potensi, sekaligus sebagai tantangan. Keragaman yang ada haruslah tetap didasari oleh jiwa kesetiakawanan Karang Taruna sebagai salah satu relawan sosial. Keterpaduan ini dibutuhkan tidak hanya untuk bekerjasama sesama pengurus Karang Taruna, tetapi juga untuk bersinergi dengan para pembina dan pihak-pihak lain yang terkait. Bagaimanapun, kemitraan dan kerjasama itu dibutuhkan oleh Karang Taruna di segala levelnya.

Dengan kompleksitas situasi saat ini, Karang Taruna harus tampil sebagai organisasi pemuda yang menjadi wadah berkumpul untuk memberikan peluang dan kesempatan berkontribusi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, Kemajuan Teknologi dan Informasi tidak dijadikan sebagai penghalang namun dijadikan sebagai peluang untuk menjadikan karang taruna eksis dengan tanpa menghilangkan nilai karang taruna sebagai organisasi pemuda yang Tanggap terhadap permasalahan sosial ditengah masyarakat

Komentar